Selasa, 11 Februari 2014

Aku Bersamamu (Aku di Tahun 2030)

Aku menulis saat ini di tahun 2014 yang sedang ingin tahu kamu, aku di tahun 2030. 

Penasaran bagaimana kehidupanku, bagaimana karirku, siapa pria pendamping hidupku, berapa anakku, dimana tempat tinggalku. 
Kamu, aku di tahun 2030 tolong beritahu aku agar aku tidak penasaran. Jawabanmu "Jalani saja hidup ini, berpasrahlah pada Tuhan tak usah memikirkannya". Ya ya tahu aku, Tuhan telah punya rencana untukku dan pasti memberikan yang terbaik. Tapi aku ingin tahu! "Apa dulu di tahun 2004 kamu juga ingin tahu bagaimana kamu di tahun 2014? Tidakkan? Dan kamu tetap menjalani hidup dengan baik saat ini" katamu. Baiklah aku akan berpasrah pada Tuhan dan berharap kamu bahagia.

Pesanmu untukku "Hiduplah dengan berpasrah diri, terus berkarya, jangan lupa selalu memperbaiki diri agar kamu selalu menjadi lebih baik".

Rabu, 18 Desember 2013

Teruslah Berjalan

Ditemani hujan deras dan mendung gelap gulita, saya kembali menulis di blog ini *welcome again* :D
Karena hujan membawa kerinduan, saya rindu, rindu menulis.

"Perjalanan harus bisa membawa pelakunya naik ke derajat yang lebih tinggi, memperluas wawasan sekaligus memperdalam keimanan", oleh Hanum Rais di buku 99 Cahaya di Langit Eropa. 
Saya ingin terus berjalan, berjalan terus tanpa henti karena kehidupan akan terus berjalan hingga Yang Kuasa menghendaki. Berjalan untuk berpindah dari yg buruk ke yang lebih baik. Setiap perjalanan memiliki kenangan, hikmah, pembelajaran yang berbeda yang membuat kita lebih baik. Perjalanan membuat kita menyadari bahwa betapa kecilnya kita di alam semesta ini, membuat kita untuk terus bersyukur atas ciptaan Allah.

Perjalan untuk mengagumi-Nya



Kamis, 24 Januari 2013

Sahabat oh sahabat

Sahabat itu teman kita bramain, bercanda, bercerita, sedih senang bersama, mulai dari kebiasaannya sampai hal-hal kecil yang dia lakukan tau, sampai-sampai merasakan hal yang sama pun pernah.
Bagaiman ketika seorang sahabat itu tidak ada di kehidupanmu?

Sahabat oh sahabat aku belum menemukanmu di kota metropolis kedua ini! 

Tetapi ruri diana yang biasa saya panggil gondes teman sejak umur 6th ini menjadi sahabat saya sampai tua nanti, meskipun kita terpisah jarak.


di alun-alun Bojonegoro

Senin, 21 Januari 2013

Cara Mudah Mengatasi cinTA

Menjalani cinTA itu ternyata tidak semudah yang dulu saya bayangkan. Mikirnya dulu kayak bikin modul, cuma bedanya cinTA ini dikerjain satu orang. Walah ternyata pemikiran saya selama ini salah, cinTA bikin ribet woiii *ya iyalah namanya juga Tugas Akhir*. Masih ngerjain proposalnya aja udah heboh bukan main ini temen-temen. Perasaan biasa aja deh gak ribet-ribet banget menurutku, kan cuma bikin proposal, test toefl, skem, transkip. 

Ngerjain cinTA saat ini overall masih oke, enjoy banget dijalaninnya. Meskipun sedikit galau, ketika aturannya sekarang peserta cinTA yg masuk lab dibatasi, jd tiap lab maksimal 16 orang *kata temen-temen aturan yang "jahat"*. Itulah yg bikin ruwet, mana lab Lingkes *lab pilihan saya* banyak peminatnya, malah udah 16 lebih peminatnya. Ditambah mampus lagi, ini toefl blm lulus, gmn mau cepet-cepet daftar cinTA. *enjoy-nya bagian mana coba? galau terus dari tadi*

Oke, enjoy-nya adalah ketika mengerjakan proposal itu saya menikmati bener. Gara-gara ngerjain proposal, saya bisa tau lebih banyak apa yang saya belum tau. Salah satunya nih, ternyata Bojonegoro itu salah satu kabupaten yang mengirimkan beras ke 9 provinsi luar jawa *hebat*. Terus nih saya tau juga ada yang namanya anomali iklim, tuh kalo gak ngerjain cinTA gak bakalan tau yang kayak begituan. Ngerjain proposal cinTA ternyata gak sulit kok, hanya butuh waktu 3 hari 3 malam gak tidur sampai pagi selesai deh. Nah ini masalah, entah kenapa kalo gak tengah malem proposal cinTA ini gak saya kerjain *bikin kurang tidur kan*.

Alhamdulillah proposal cinTA saya sekarang sudah selesai nih, judulnya insyAllah "Pemodelan Produksi Padi dan Anomali Curah Hujan di Kabupaten Bojonegoro dengan Pendekatan Regresi Robust LTS". Keren ya judulnya? Itu kenapa dapet judul sekeren itu, butuh waktu yang lama tuh. Ini cara "gampang" saya ngerjain proposal cinTA:
  1. Pertama, cari inspirasi buat topik cinTA: Waktu saya pulang ke Bojonegoro, saya suka banget liatin sawah padi.
  2. Kedua, cari passion: Selama kuliah ini, kamu paling enjoy ikut mata kuliah apa? nah itu..aku enjoy banget pas mata kuliah peramalan. Asik gitu bisa ngeramal kayak peramal.
  3. Ketiga, cari dosen: Kamu paling ngefans sama dosen siapa? *lho* eh kamu paling pas sama dosen siapa tentang topikmu itu. Kebetulan punya saya tentang ketahanan pangan, pas banget nih sama Pak Sutikno.
  4. Keempat, konsultasikan ke dosen: Bakalan banyak masukuan dar dosen, mengenai data, metode, variabel.
  5. Kelima, cari artikel tentang topik: Banyak banget berita-berita/ artikel pastinya, melalui itu bakalan tau banyak yang belum pernah diketahui, bisa dapet inspirasi lain juga.
  6. Keenam, banyak-banyak baca buku cinTA punya senior: Bakalan banyak inspirasi juga drai baca cinTA itu.
  7. Ketujuh, let's play cinTA: Buka Ms Word kerjain deh tuh proposalnya, terserah mau mulai dari bab berapa, suka-suka deh itu.  
GAMPANG kan? 

"Sesuatu yang sulit itu tidak akan sulit ketika kita tidak mempersulitnya" *watsaaah*